NIV is an evil translation… or maybe victim of KJV lovers…

Dalam menerjemahkan Alkitab, tahukah kamu bahwa semua penerjemah Alkitab itu menggunakan salinan (manuskrip) Alkitab yang kuno? Tidak ada penerjemah di zaman ini (baik LAI, penerjemah NIV, atau KJV) yang  menerjemahkan langsung dari lembaran asli yg ditulis Paulus, Yohanes, dkk.

Dokumen master yang mereka tulis ini sudah hilang atau rusak sehingga tidak dapat dilacak keberadaannya. Sekalipun demikian, sebelum dokumen itu rusak atau hilang seperti sekarang, jemaat-jemaat di zaman itu sudah banyak menyalin dokumen-dokumen ini. Salinan-salinan ini jumlahnya amat banyak hingga mencapai ribuan hingga jutaan salinan. Salinan-salinan ini amat akurat. Presentase salah tulis ketika menyalin amat kecil, karena mereka ingin setepat mungkin dengan apa yang Tuhan telah firmankan kepada para penulis Alkitab. Hanya saja, yang namanya manusia, pasti ada salah tulis sedikit-sedikit. Ejaannya mungkin salah, ada kalimat yang terlewatkan, ada kata yang terulang dua kali, dan sebagainya.

Kesalahan salin yang tak disengaja seperti ini, dan bahkan yang disengaja sekalipun, tidak membuat kita kesulitan. Karena kita punya banyak salinan dari tempat, masa, tradisi gereja yang berbeda-beda, sehingga kita bisa saling crosscheck satu sama lain. Jadi, kita bisa merekonstruksi teks yang dulu dibaca oleh jemaat mula-mula dengan baik. Proses perbandingan salinan-salinan kuno ini, disebut kritik teks.

Nah, semua penerjemah menggunakan salinan-salinan kitab-kitab kuno untuk penerjemahan. Terjemahan ke bahasa Inggris yang lebih kuno seperti KJV, hanya didasarkan pada sebagian manuskrip. Berbeda dengan itu, terjemahan yang lebih baru seperti ESV dan NIV menggunakan berbagai salinan kuno yang dulu belum ditemukan di zaman KJV. Alhasil, terjemahan NIV dan kawan-kawan lebih tepat dari pada KJV yang ditulis kira-kira empat abad lalu. Hal ini disebakan banyaknya penemuan naskah yang sangat kuno di sana dan sini dan berkembangnya teknologi pembacaan gambar yang lebih canggih. KJV dan Ampified bible yg dibanggakan dalam berita-berita yang sedang hangat itu sebenarnya menggunakan kumpulan manuskrip yang lama yang belum seakurat kumpulan manuskrip baru yang jadi dasar NIV dan terjemahan modern lain. Karena itu, wajar kalau dalam terjemahan KJV ada bagian yang dianggap ada di dokumen asli, padahal dalam perkembangannya diketahui bahwa kemungkinan bagian tersebut merupakan kesalahan penyalinan. Bagian-bagian inilah yang kemudian tidak ditulis atau dijadikan catatan kaki dalam terjamahan yang lebih modern. Keputusan NIV revisi terbaru ini sama dengan kebijakan ESV atau NET misalnya.

Selain itu, mari coba berpikir terbalik: Kalau mau edit dengan tujuan menyesatkan, kenapa penerjemah NIV cuma edit frasa-frasa kecil itu? Kenapa tidak ubah menjadi: “Yesus sebenarnya bukan Tuhan” misalnya? Nah, dengan counter argumen seperti ini, jemaat yg belum belajar kritik teks pun pasti bisa melihat betapa berlebihannya hoax NIV-KJV ini.

Lagi pula, Harpercollins itu penerbit segala jenis, asal untung mereka terbitin. Mereka loh juga nerbitin Alkitab terjemahan KJV, di bawah bendera Thomas Nelson. Hahahahahaha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s